True love begins with marriage

 

 

*berasa jadi duta pernikahan*

———————

Ada satu penyiar radio (entah siapa namanya, gw gak follow twitternya dia)  yang sering bertanya di twitter dengan pertanyaan yang sama “Cinta itu apa?”, yang lalu sering diretweet sama account radionya itu, yang lalu dijawab oleh banyak orang, yang lalu orang-orang itu ngerasa happy karena twit jawabannya kembali diretweet sama radio (sebut saja radio Mustang FM, memang nama sebenarnya, red), yang sebenarnya penjawab-penjawab itu doanya adalah mudah-mudahan follower gue jadi nambah karena udah diretweet tadi, yang biasanya mereka-mereka itu setiap hari ngecek jumlah follower atau unfollower melalui aplikasi, yang lalu kalo ada temen meng-unfollow itu bisa menjadi masalah besar bahkan bisa sampai musuh-musuhan segala, yang menurut alay-alay  kalo lu meng-unfollow gue artinya lu udah gak mau temenan ama GUE!!!!!!!!!!!

“BUKKK!!!!”

digampar pake Macbook.

rrrrr…

Nah gue sih sering ngebaca jawaban-jawabannya. Yaaaa.. jawabannya sih macam-macam, ada yang sok bijaksana, ada yang sok cute, ada yang mencatut puisi dari Kahlil Gibran, ada yang lagu-laguan, trus ada juga yang bikin pusing bacanya karena bagi mereka cinta itu adalah 4Q D4N KMYU C3L4LU UNTUQ C3L4M4X, P0K0QX CUYUNG KMYU BINGIT!!!! (W#$*%(*$^%*@))#($)!()!+!$)+^)%+&)+%$&

(anyway kalo ada yang harus bertanggung jawab atas lahirnya generasi alay dengan tulisan kode NASA jaman sangsekerta itu adalah RADITYA DIKA)

rrrrr….

Pernah gue iseng menjawab pertanyaan itu dengan asal yang tidak asal. Gue tulis, CINTA ITU ADALAH TELOR CEPLOK!!! Hasilnya? Ya sudah pasti diduga deh, gak diretweet, dicuekin, dan mungkin dalam hati penyiarnya, wah ini siapa sih caper aja.

Yeeeeee biarin, ITU TWIT TWIT GUE! SUKA-SUKA GUE, MAU GUE TABRAKIN KEK, MAU GUE BAKAR KEK, APA URUSAN LOOOO?!?!?

lah, kok malah Adiguna Sutowo ada di sini?

Bayangin sesosok telor ceplok alias telor mata sapi, telor yang digoreng tanpa dikocok terlebih dahulu, dengan api yang kecil, sehingga terlihat putih dan bulatan kuning yang belok seperti biji mata.

Oke, nah, lalu kenapa cinta itu adalah telor ceplok? Iya, cinta itu adalah telor ceplok yang dihidangkan oleh istri lu sebagai sarapan dipagi hari. Yang tersaji dengan anggun di meja makan. Disaat lu baru selesai mandi, dan bersiap untuk berangkat kerja, dengan dandanan yang sudah rapi, wangi.

Iya, cinta itu adalah telor ceplok. Karena bersamaan dengan sajian telor ceplok itu terajut sebuah doa yang tulus dari istri lu, semoga suami selamat di perjalanan, semoga dengan telor ceplok ini suami akan selalu ingat pulang, semoga dengan telor ceplok ini suami akan selalu ingat ada wajah-wajah yang menunggu kabar baik di rumah sehingga suami lebih semangat untuk mencari nafkah buat istri dan anak-anak, semoga juga segala urusannya dilancarkan, semoga dengan telor ceplok yang sederhana ini suami selalu bersyukur dan tidak ada wanita lain di hatinya.

Doa-doa itulah yang terkandung di dalam telor ceplok. Doa-doa itu yang tak akan pernah bisa dirasakan bagi siapapun yang memiliki cinta sebelum mereka menikah. Dimana dalam suatu hubungan yang suci maka keikhlasan untuk saling membahagiakan telah mencapai puncaknya. Sekuat apapun cinta yang pernah lu rasain sewaktu lu belum menikah, tak akan penah bisa menyamai cinta yang lu rasain saat lu menikah.

 

 

Iya, karena true love begins with marriage.

 

 

 

 

disclaimer:

( foto sepasang kakek nenek di depan tadi bukan karya gue, tapi gue ambil dari http://vinikhairani.blogspot.com/ )

2 Responses to “True love begins with marriage

  • buset :)))

    eh tapi filosofinya dapet loh. cinta adalah telor ceplok? hmm boljug :))

    • sambilngopi
      4 years ago

      hehe.. iya mbok venus. makasih udah mampir. mari sarapan telor ceplok untuk kesehatan

Leave a Reply

%d bloggers like this: