The Legend of Tarzan, Mimpi Mengalahkan Legenda Tarzan X

The Legend of Tarzan, film terbaru dari Warner Bros yang dirilis pada tanggal 1 Juli 2016, menurut apa yang saya baca ulasannya di BBC, bukanlah sebuah film yang bagus. Mereka hanya memberikan nilai 2/5 bintang. Kok ya miris ya?

Saya belum nonton film yang baru ini, jadi saya tidak ingin membahas apa-apa, kecuali terlihat jelas kekecewaan BBC dalam review mereka. Tetapi sebagai obat penasaran, bisa dilihat trailer berikut:

 

Nah, mari saya ajak kalian memasuki dunia masa kecil saya ketika Tarzan adalah salah satu pahlawan saya selain Superman. Tarzan yang diciptakan karakternya oleh Edgar Rice Burroughs pada tahun 1912 melalui gambar kartun di sebuah majalah, telah diadopsi ke dalam lebih dari 300 versi film, baik bioskop maupun film seri televisi.

Saya masih ingat pertama kali nonton film Tarzan saat  berumur 5 tahun  diajak oleh almarhum kakek ke bioskop. Tidak ada yang bisa saya ingat tentang cerita di film itu kecuali monyet bergelantungan yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Tetapi imaji Tarzan sebagai manusia yang bisa berkawan dengan binatang-binatang buas melekat dengan erat di benak saya.

Pada hari-hari berikutnya bisa ditebak, dandanan sehari-hari saya adalah mengenakan celana pendek tanpa baju, dan sebilah pisau plastik yang terikat di pinggang kanan. Mengelus-elus kucing menganggapnya sebagai seekor singa, berjalan ke rumah-rumah tetangga menantang siapa saja. Nyebur ke kolam kecil di depan rumah sambil bergulat dengan potongan batang pohon pisang seolah-olah ia adalah buaya. Tetapi tetap saya akan pulang sambil berteriak-teriak menangis kalau mengalami luka sedikit saja.

Walaupun sempat menonton Tarzan versi Benyamin Suaeb yang lucu, keperkasaan Tarzan asli tidak hilang begitu saja, karena saya masih setia mengikuti komik versi Edgar Rice Burroughs yang terbit setiap hari di surat kabar.

Siapa The Legend of Tarzan

Tarzan adalah seorang anak manusia dari bangsawan Inggris yang berkelana ke pedalaman Afrika bernama asli John Clayton. Saat ia masih bayi, kedua orang tua John dibunuh oleh gerombolan gorilla Afrika yang dipimpin oleh Kerchak. Mengetahui ternyata sepasang manusia yang mereka bunuh memiliki seorang anak bayi, Kerchak mengambil John kecil dan memeliharanya sebagai bagian dari hutan Afrika. Tarzan kemudian tumbuh menjadi manusia kera  yang bisa bersahabat dengan banyak jenis binatang di sana.

the-legend-of-tarzan

Tarzan The Ape Man

Suatu hari datang rombongan manusia ke daerah kekuasaan Tarzan dan kawanannya. Di antara anggota rombongan itu terdapat Jane Porter, seorang perempuan cantik yang kepadanya Tarzan jatuh cinta dan menyadari bahwa ia adalah manusia, bukan bagian dari kawanan binatang di hutan Afrika. Tarzan kemudian mengikuti Jane kembali ke kota, tetapi tidak mudah baginya bisa beradaptasi dengan kehidupan manusia. Akhirnya Tarzan kembali ke hutan menemui kawanan binatang yang sudah dianggapnya sebagai saudara.

Banyak versi mengenai kelanjutan kisah Tarzan ini. Bahkan ada versi film yang menceritakan Tarzan dan Jane memiliki seorang anak lalu mereka  tinggal di New York. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, terdapat lebih dari 300 versi film Tarzan dengan cerita dan dan tokoh yang berbeda.

[Sejarah Tarzan bisa dilihat di sini]

Kekaguman saya akan tokoh Tarzan semakin menjadi-jadi ketika saya sudah kuliah. Seorang kawan datang membawa sekeping VCD bertuliskan Tarzan X. Pada menit-menit berikutnya kami menonton dengan penuh suka cita dan tertawa-tawa ceria atau terdiam penuh penghayatan ke adegan film. Tarzan X ini sungguh luar biasa, diperankan oleh pasangan suami istri Rocco Siffredi dan Rosa Carraciola, Tarzan menjadi sangat perkasa dan Jane pun sangat cantik.

Walapun dari sisi plot cerita tidak berbeda jauh dengan versi asli Tarzan the Ape Man, versi Tarzan X ini lebih merasuk ke dalam pikiran. Bahkan saya menyimpannya di dalam hardisk komputer saya.

Saya yakin lebih banyak orang yang menonton Tarzan X dibanding versi manapun di dunia ini. Bahkan ketika Warner Bros sekarang secara nekat merilis versi modern The Legend of Tarzan, yang dicela habis-habisan oleh BBC, saya yakin tidak akan mampu mengalahkan Tarzan X.

Ya sudah, saya ingin nonton Tarzan X dulu ya.



 

 

10 Responses to “The Legend of Tarzan, Mimpi Mengalahkan Legenda Tarzan X

Leave a Reply

%d bloggers like this: