Sambil ngopi: Surat untuk Jokowi

PSSI

Pak Jokowi,

Selamat karena Bapak telah terpilih secara mengagumkan untuk menjadi Presiden RI yang ke 7.

 

Pak Jokowi,

Saya tidak ingin meminta banyak kepada Bapak. Saya cuma ingin satu hal: tolong benahi PSSI.

 

Pak Jokowi,

Kenapa PSSI? Kenapa sepak bola? Karena disitulah tergantung hajat hidup ratusan ribu jiwa. Karena disitulah ada kebahagiaan ratusan juta manusia, dari Sabang sampai Merauke. Karena sepak bola bukan sekedar olahraga, bukan sekedar 22 orang yang berlari-lari di lapangan mengejar sebuah bola. Sepak bola lebih dari sekedar itu.

 

Pak Jokowi,

Di lapangan memang cuma ada 22 orang pemain, 1 wasit, dan 2 hakim garis. Tetapi di luar lapangan adalah tempat sepak bola itu sesungguhnya. Sepak bola adalah kerjasama sebuah tim besar: pemain, pelatih, staf pelatih, physiotherapist, pemilik klub, supporter, penonton, penjual jersey dan pernak-pernik, penjual makanan dan minuman, pengelola dan pekerja lapangan, ribuan wartawan, istri dan pacar pemain, dan harapan jutaan mereka yang cuma sekedar hobby menonton ataupun judi bola. Semua itu adalah keriaan dan kegembiraan.

 

Pak Jokowi,

Saat timnas kita mencapai final piala AFF tahun 2010, kita bisa merasa dahsyatnya kekuatan sepak bola yang berhasil menyuburkan kembali rasa nasionalisme tanpa pandang bulu. Bahkan bagi mereka yang tidak begitu peduli akan sepak bola, tetap mereka berduyun-duyun datang memenuhi stadion Gelora Bung Karno. Kaos timnas sangat laris dimana-mana, baik yang asli ataupun yang KW, itu bukan masalah. Toh artinya banyak jiwa yang bisa menikmati rejeki dari harumnya sepak bola. Lihat juga, bagaimana banyaknya mereka yang menikmati rejeki dari acara nobar, yang berlangsung di seluruh kota di Indonesia. Entah itu nobar di café atau nobar di warung kopi.

 

Pak Jokowi,

Sepak bola akan sangat manis apabila rakyat kita bangga dengan timnasnya, bangga karena para pemain adalah patriot yang hanya bermain untuk kemenangan timnas, bukan untuk kemenangan isi dompet mereka. Tahun 2010 itu, sangat mudah menemukan anak-anak kecil yang bermain bola di gang sempit sambil berteriak bangga: SAYA IRFAN BACHDIM! SAYA GONZALES! Sungguh tidak terbayang saya bisa mendengar hal itu setelah bertahun-tahun mereka meneriakkan SAYA BECKHAM! SAYA RONALDO!

 

Pak Jokowi,

Tolong benahi PSSI, disitulah mesin sepak bola kita. PSSI yang bagus, kompetisi bagus, sepak bola bagus, klub juga bagus, bisa menghidupi pemain dengan layak, bisa membangun lebih banyak stadion yang berstandar internasional, sehingga bukan mimpi siang bolong lagi bagi kita untuk menyelenggarakan Piala Dunia.

 

Pak Jokowi,

Tolong jauhkan PSSI dari politik, karena sepak bola adalah harapan dari rasa nasionalisme murni, tanpa syarat, tanpa imbalan. Mereka yang menggunakan PSSI sebagai kendaraan politiklah yang dengan sungguh tega telah menghancurkan harapan rakyat Indonesia itu.

 

Pak Jokowi,

Pada Bapak kami percaya. Bersama kita berdiri. Bersama kita bermain. Pada sepak bola kita berharap.

Leave a Reply

%d bloggers like this: