Sambil Ngopi: Seperti Apa Caramu Menikmati Kopi?

146441_coffee2_large

Setelah alkohol, minuman apa yang paling menguasai dunia? Jawabannya: kopi. Ya, kopi. Apabila alkohol adalah minuman yang memabukkan, maka kopi adalah minuman yang membius, minuman yang sempurna, seperti hidup. Di balik harumnya wangi kopi yang tercium dari butiran-butiran mikro uap air panas dalam sebuah cangkir, dan rasa manis yang bisa kita kecap dari gula yang telah melarut, ternyata masih menyisakan kepahitan dan kekelaman hidup. Kopi.

Ah ya, sebelum terlalu jauh, saya bukanlah ahli kopi, bukanlah seorang barrista yang pintar membuat racikan kopi nikmat. Saya hanyalah seorang penikmat kopi, kopi hitam, tentunya. Bahkan saya tidak bisa membedakan apa itu kopi torabica, apa itu kopi arabica, apa itu kopi robusta.  Yang saya tau hanyalah, oh kopi ini enak, oh kopi itu tidak enak.

Beberapa tahun lalu, disaat saya hanyalah peminum kopi biasa, ada sebuah film yang mampu mengaduk-aduk perasaan, dan merubah hubungan sayadengan segelas kopi: dari sekedar peminum menjadi penikmat kopi. Kopi hitam, tentunya. Film itu berjudul Ratatouille. Sebuah film kartun produksi Pixar dan Walt Disney yang bercerita tentang seekor tikus  yang hidup di sebuah restoran di kota Paris. Siapa sangka, ternyata tikus itu sangat ahli memasak, dan menjadi koki rahasia di balik suksesnya retoran tersebut.

Suatu hari, seorang kritikus makanan yang sangat terkenal, Anton Ego, datang ke restoran itu dan ingin mencoba hidangan yang special. Alfredo sebagai pemilik resto dan Remy si tikus koki sempat gugup, karena Anton Ego dikenal sangat pedas dalam menuliskan kritik di koran. Sebuah tempat makan bisa langsung laku luar biasa hanya karena kritik positifnya, atau malah bisa juga langsung kehilangan pelanggan begitu Anton Ego memberika penilaian yang buruk. Sementara itu, Alfredo mempekerjakan Remy, seekor tikus untuk memasak? Apa kata Anton nanti?

Moment di saat Anton menyicipi makanan special bikinan Remy si tikus, di mana saat itu Anton terdiam, dan kenangan masa kecil langsung memenuhi pikirannya, saat dia menikmati makanan buatan ibu, adalah satu adegan yang benar-benar merasuk ke dalam pikiran saya. Ya, seperti itulah cita rasa makanan seharusnya. Rasa yang mampu membangkitkan kenangan yang terdalam di hati kita.

anton

Sejak itu, beberapa bulan kemudian, tanpa disadari saya merubah dengan sendirinya cara saya meminum kopi, dari hanya sekedar penimum menjadi penikmat kopi. Kopi hitam, tentunya.

Seperti apa?

Minumlah kopi dengan pikiran tenang, duduk sendiri tanpa gangguan, lalu pada seruputan pertama, sambil menghirup wangi kopi, rasakan cairannya menyentuh lidah, biarkan sesaat, lalu teguk tanpa tergesa-gesa. Sambil memejamkan mata, rasakan, lagu apa yang tiba-tiba pertama kali terlintas di dalam kepala? Resapi lyric lagu itu, pahami. Ya, pesan itulah yang disampaikan oleh hitam kopimu.

Secara berkala saya membeli kopi dalam bungkus sedang/besar yang berasal dari tempat khusus di Indonesia. Misalnya kopi Bali, Mandailing Sumatera, Aceh Gayo, Toraja Kalousi, dan lain-lain. Di setiap jenis kopi itu saya menemukan satu kenikmatan yang berbeda- beda, dan hanya saya yang tau.

Maharaja Coffee Wamena Papua

 

 

Di bungkus kopi arabica Papua Wamena, tertulis karakternya yang winey, heavy body, intense taste, nice acidity, and smooth aftertaste. Saat meminum itu untuk pertama kalinya, lyric lagu yang langsung terlintas di benak saya adalah,

I like the feel of your name on my lips
I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your scent lingers even when you’re not there
I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy a two hour bath
The way you convince me to dance in the rain
With everyone watching like we were insane
And I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, so completely
I love the way you love me
I like way that you sing sweet and low
When they’re playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you’ve seen hundreds of times
But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, so completely
I love the way you love me
I could list a million things
That I love to like about you
But they all come down to one reason
I could never live, live without you
Baby, I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, so completely
I love the way you love me
Oh, baby, I love… The way you love me

Karena ternyata, seperti juga kebahagiaan dan kepahitan hidup, nikmat kopi itu pribadi.


Designed by Freepik

Anton Ego photo belongs to www.pixar.com

5 Responses to “Sambil Ngopi: Seperti Apa Caramu Menikmati Kopi?

  • Gue suka kopi. Bukan kopi hitam yang berampas. Gue malah lebih suka kopi instan tanpa ampas. Lembut dan menenangkan. Kopi bagi gue candu.

    • Iya, kopi adalah candu dahsyat. almarhum kakek gw sanggup gak makan sama sekali 2-3 hari, asal minum bergelas2 kopi sehari.

  • Ooo ternyata kamu beneran penikmat kopi, ya? Kapan2 aku bawain kopi kalo jalan ke tempat-tempat yang kopinya enak 😀

    Nice post, by the way.

Trackbacks & Pings

  • Sambil Ngopi: Kisah Cinta Dua Dunia :

    […] Cara menikmati kopi memang bisa berbeda-beda, dan pesan yang disampaikan juga akan berbeda-beda. Karena rasa kopi adalah personal. […]

    2 years ago

Leave a Reply

%d bloggers like this: