Haruskah Mematikan Handphone Ketika Bercinta?

Bercinta? Wah, judulnya nganu. Sebenarnya topik ini khusus untuk lelaki, tetapi bebas aja kalau perempuan juga ingin membaca. Haruskah kita mematikan handphone ketika bercinta?

pasangan-bercinta-hot

Jawabannya pasti bervariasi mulai dari ya harus, atau tidak perlu, atau gak dimatiin, cukup disilent aja. Nah sekarang mari kita telisik. Wahai para lelaki, bayangkan kita sedang bercinta dengan pasangan, mulai dari foreplay, saling rayu, saling tatap, lalu mulai ada sentuhan bibir yang lama kelamaan semakin intens. Nafas kalian berdua pasti semakin cepat dengan detak jantung yang semakin kencang. Satu demi satu pakaian mulai dilepas sampai habis, dan sentuhan sudah tidak terkendali, ada di mana-mana, di sekujur bagian tubuh.

Ibarat sebuah pendakian gunung, yang semula landai, lalu semakin menanjak. Pada suatu titik kalian pasti merasa inilah saatnya untuk melakukan penetrasi, sebuah penyatuan, lalu kalian seperti berlari, bisa pelan, bisa kesetanan. Di saat-saat krusial itu, sewaktu kalian menikmati alam pikiran masing-masing yang luar biasa indahnya, tiba-tiba saja, KRING! KRIIING! Ada suara handphone berbunyi, ternyata punya pasangan kalian. Lalu pasangan kalian menghentikan ritual bercinta dan mengambil handphone dengan alasan ini penting. Setelah itu, kalian kembali melanjutkan pergumulan, tetapi dengan suara handphone yang selalu berbunyi walaupun hanya dari notifikasi whatsapp, BBM, atau notifikasi lainnya. Pasangan kalian yang tidak mau mematikan hanphonenya, walaupun tetap melayani adegan percintaan, dia sudah tidak begitu konsen.

Seperti apa perasaan kalian? Kesal? Ingin nampar? Iya kan? Adegan bercinta yang seharusnya dinikmati bersama-sama menjadi hambar, satu arah. Kalau hanya satu arah, apakah layak tetap disebut sebagai bercinta? Karena yang namanya bercinta itu harus dua arah, kamu dan dia. Apabila hanya searah, bukan make love namanya, tetapi having sex. Padahal bercinta itu adalah sesuatu yang suci dan penting.

Gw ingin kita konsentrasi ke “seperti apa perasaan kalian?” Kesal? Ingin nampar? Iya kan? Merasa tidak dihargai, terutama. Bagi dia urusan handphone, pekerjaan, dan orang lain yang di seberang sana jauh lebih penting. Lalu kita  ini siapa? Nomer dua? Selingkuhan? Padahal kita menyintai dengan setulus hati. Tentu kita ingin pasangan kita hanya mengutamakan keberadaan kita, terlebih saat kalian hanya berdua, lagi berasyik-asyikan. Aktivitas bercinta tidak lebih dari satu jam, 30 menit itu sudah dengan foreplay, tetapi hey, pasangan kalian tidak ingin kehilangan sedikit waktu pribadi dia sedikitpun, bagaimana perasaan kalian?

man-angry-emoticon

Nah, sekarang kalian coba berpikir, hal ini sama persis dengan kejadian yang sering terjadi di setiap sholat Jumat. Berapa banyak orang-orang yang tidak mau mematikan handphone mereka saat berada di dalam mesjid? Mulai dari sebelum khatib naik mimbar, saat khatib memberikan ceramah Jumat, bahkan sampai saat melakukan sholat pun masih sering terdengar suara handphone. Kalian yang ingin khusyuk beribadah tentu terganggu.

Lalu bagaimana perasaan Allah? Tentu Dia pun tidak akan suka. Di saat kalian datang ke mesjid untuk katanya beribadah sholat Jumat, menyembah Allah, tetapi sepanjang ritual kalian tidak mau mematikan handphone. Di mana letak keikhlasan kalian dalam beribadah? Kalian sudah menduakan Allah, di rumah Allah, menomersatukan pekerjaan, di rumah Allah. Padahal aktifitas sholat Jumat hanya sekitar 30 sampai 40 menit.

Gw tidak ingin menghakimi, lalu mengkafirkan. Bukan gw, bukan kalian, yang jelas bukan manusia  yang punya hak prerogatif untuk itu. Biar saja urusan mengkafirkan itu menjadi urusan mereka yang merasa punya surga. Gw cuma ingin bertanya, “seperti apa perasaan kalian?”

Apabila kalian tau bagaimana rasa sakitnya diduakan oleh pasangan dengan  handphone dan pekerjaan, maka matikanlah handphone kalian saat berada di mesjid untuk sholat Jumat.

 

2 Responses to “Haruskah Mematikan Handphone Ketika Bercinta?

Leave a Reply

%d bloggers like this: