Cara Mudah Untuk Memahami Reksadana Melalui Nasi Goreng

Hai ibu-ibu, kalian biasanya di mana menabung? Arisan? Bank? Beli emas? Atau sudah pernah mencoba di reksadana?

Pastinya di antara para ibu-ibu sudah ada yang pernah mendengar istilah reksadana. Nah apa itu reksadana? Definisi reksadana berasal dari kara reksa yang berarti kumpulan, dan dana yang berarti duit. Singkatnya reksadana adalah kumpulan duit. Menurut bahasa resmi undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

reksadana

Rumit yaaaa bahasanya. Haha iya kita jangan fokus ke situ. saya cuma ingin menjelaskan bahwa dengan adanya definisi reksadana menurut undang-undang artinya reksadana itu resmi dan diakui oleh pemerintah

Nah, saya suka mengambil contoh yang sangat simpel untuk pengertian reksadana, yaitu nasi goreng. Pasti ibu-ibu bisa membikin nasi goreng, gampang kok. Tetapi walaupun gampang, rasa yang dihasilkan berbeda tiap orang, tergantung selera masing-masing. Ada yang suka pake merica, ada yang suka pedes, ada yang suka banyak kecap, ada yang suka pake pete, dan lain-lain. Gak ada resep baku, dan semuanya akan disebut nasi goreng.

Ibu-ibu, ada kalanya kita tidak membikin nasi goreng sendiri di rumah dengan berbagai macam alasan. Terlalu sibuk, lagi males, atau ingin variasi nasi goreng dengan rasa yang lain. Lalu akhirnya membeli nasi goreng di abang-abang gerobak yang sering lewat atau bisa juga membeli nasi goreng di restoran. Bebas. Intinya tetap makan nasi goreng.

nasi-goreng

Pada saat kita membeli nasi goreng, terutama di restoran, yang kita lakukan adalah memesan jenis nasi goreng yang kita mau, pedes atau enggak, telornya dipisah atau enggak, lalu kita menunggu kokinya memasak untuk kita. Bumbu yang digunakan tentu standar dari koki itu, takaran racikannya, dan mungkin ada bumbu tambahan yang kita tidak tahu. Setelah selesai, jadinya tetap nasi goreng. Kita membayar koki untuk memasak untuk kita. Kita mempercayakan kesedapan nasi goreng kepada koki yang pastinya sudah lebih ahli. Enak atau enggaknya pasti tergantung resep dari koki itu sendiri.

Paham kan bedanya bikin nasi goreng sendiri dengan beli nasi goreng di restoran?

Kalau cerita di atas kita hubungkan dengan reksadana, maka membuat nasi goreng sendiri adalah kita mengelola uang secara sendiri, mandiri. Baik itu ditabung, dibelikan tanah, emas, dan sebagainya. Sementara apabila kita membeli nasi goreng di restoran sama dengan mempercayakan keuangan kita kepada koki lain, yaitu reksadana.

Semua orang pasti akan berpikir, kok uang saya dikelola orang lain, terus kalo rugi, hilang, bagaimana?

Sama seperti nasi goreng tadi, reksadana adalah istrumen investasi di pasar modal yang pasti memiliki risiko kerugian. Sekali lagi saya ulangi: setiap investasi, apapun itu pasti memiliki risiko kerugian, tidak ada satupun investasti yang lepas dari risiko. Jadi apabila ada orang atau sales atau marketing yang mengatakan investasinya tidak mungkin rugi, saya yakin 100% orang ini berbohong atau tidak mengerti produknya. Kita membeli nasi goreng di restoran juga memiliki risiko, enak atau enggak, cocok gak rasanya dengan selera kita. Bisa aja kita bilang pedasnya sedang, tetapi pas sampai di rumah, kita makan, ternyata pedesnya bikin mencret 2 hari. Ini terjadi karena tingkat pedas si koki berbeda dengan tingkat pedas yang bisa kita terima. Nah inilah yang disebut risiko. Kecuali kita sudah berlangganan dengan koki itu jadi kita tau persis rasa nasi goreng buatan dia.

handsome-chef

Pertanyaan berikutnya pasti, siapa sih koki reksadana? Koki reksadana adalah fund manager yang sudah resmi, memiliki sertifikat, dan bernaung di bawah institusi yang disebut asset management. Contoh institusi asset management yang mengelola reksadana adalah Danareksa, Mandiri Asset Management, Schroder, BNI Asset Management, BNP Paribas, dan lain-lain. Pekerjaan mereka dalam mengelola reksadana sebagai koki dikontrol ketat oleh pemerintah melalui OJK.

Seperti juga nasi goreng, reksadana juga memiliki banyak macam, yaitu:

Reksadana Pasar Uang

Bisa disamakan dengan nasi goreng tanpa cabe, gak pedes sama sekali. Reksadana ini memiliki tingkat risiko sangat rendah, dengan tingkat imbal hasil juga rendah, biasanya sekitar 6-9 persen nett setahun. Untuk informasi tambahan, bunga tabungan di bank adalah 1-2 persen gross setahun ya, bu. Sementara bunga deposito tergantung pada jumlah besarnya saldo, kisarannya antara 5-9 persen gross setahun.  Artinya gross, harus dipotong pajak sebesar 20 persen. Sementara imbal hasil reksadana adalah nett, sudah dipotong pajak. Reksadana pasar uang cocok untuk ibu-ibu yang tidak suka masakan pedas, mau yang biasa-biasa aja dengan risiko kecil.

Resep reksadana ini biasa adalah deposito yang dicampurkan dengan obligasi jangka pendek yang sudah mau jatuh tempo, jadi relatif aman, kan?

Reksadana Pendapatan Tetap/Obligasi

Reksadana jenis ini ada sedikit campuran cabenya, sudah ada rasa pedasnya, risiko yang dimiliki sedikit lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang, dan imbal hasil yang diberikan biasanya juga akan lebih tinggi. Biasanya berkisar antara 10-13 persen nett setahun. Jauh ya bu dibanding deposito yang saat ini maksimum hanya  9 persen gross setahun, artinya jumlah nett nya adalah 7,2 persen setahun.

Resep reksadana ini biasanya adalah campuran antara deposito dan obligasi jangka panjang yang masih jauh dari jatuh tempo.

Reksadana Campuran

Reksadana ini campuran cabenya mungkin sekitar 1 atau 2, jadi lumayan pedas lho bu tingkat resikonya. Imbal hasil yang diberikan juga seharusnya akan lebih tinggi lagi, biasanya kisaran 15 – 18 persen nett setahun.

Resep reksadana ini sudah ada campuran cabe rawit pedas alias saham, makanya risiko dan imbal hasil menjadi lebih tinggi.

Reksadana Saham

Nah, ini reksadana yang paling banyak cabenya, paling pedas, dan tingkat risikonya pasti paling tinggi. Tetapi sesuai dengan selera orang suka pedas, imbal hasil yang diberikan juga jauh lebih menggiurkan. Setahun biasanya imbal hasil yang diberikan minimal 20 persen nett. Sedap ya?

Resep reksadana ini lebih banyak porsi sahamnya.

Mengenai imbal hasil, kenapa saya selalu memberikan contoh “biasanya”? Karena dalam reksadana seorang koki tidak boleh memberikan angka imbal hasil yang pasti. Untuk reksadana saham, imbal hasilnya bisa mencapai 50 persen nett setahun pada kondisi pasar yang lagi gilang gemilang. Tetapi pada saat kondisi pasar yang lagi lesu, bisa saja imbal hasilnya jauh di bawah itu. Dan tidak menutup kemungkinan bisa  minus jika dihitung setahun.

hot-pepper

Apa saja yang menjadi risiko reksadana?

Faktor-faktor yang mempengaruhi imbal hasil reksadana bermacam-macam yaitu:

1. Risiko penurunan Nilai Aktiva Bersih

Anggap aja ini harga yang kita dapat saat membeli unit reksadana, tetapi saat kita ingin menjual kembali ternyata harganya sedang jatuh, sehingga uang yang kita terima malah lebih sedikit. Risiko itu bisa disebabkan oleh kondisi ekonomi, kondisi politik, dan masih banyak lagi. Kondisi-kondisi tersebut mempengaruhi harga obligasi, saham, dan harga instrumen efek  lain yang menjadi unsur-unsur reksadana.

2. Risiko Likuiditas

Yaitu ketika koki reksadana tidak bisa melunasi transaksi penjualan reksadana yang kita miliki. Hal ini biasanya terjadi karena ada pencairan reksadana secara massal dan pada waktu yang bersamaan. Mengenai system pencairan reksadana diatur oleh undang-undang.

3. Risiko Manager Investasi

Ini bisa terjadi ketika koki pengelola reksadana ternyata melakukan perbuatan melanggar hukum. Misalnya kita membeli reksadana obligasi karena risiko lebih kecil, tetapi pada prakteknya tanpa sepengetahuan si koki memasukkan cabe saham dalam jumlah banyak. Undang-undang mengatur pengenaan hukum mengenai koki yang nakal ini. Biasanya aktifitas koki atau fund manager dikontrol secara ketat.

Selain tiga hal di atas, ada beberapa faktor yang bisa menjadi risiko penyebab kerugian berinvestasi di reksadana, misalnya risiko regulasi, yaitu perubahan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dapat mempengaruhi imbal hasil.

Sekarang yang ada di benak para ibu pasti, kalau memang memiliki risiko kenapa kita memilih reksadana? Yang aman-aman sajalah. Nah, ini saya kasih tau bagaimana cara mengurani risiko ketika berinvestasi di reksadana.

rekadana-saham

dari contoh bisa dilihat informasi ada reksada yang memberikan kerugian untuk masa setahun, tetapi memberikan laba pada kinerja 3 tahun terakhir.

Enaknya reksadana itu, kita bebas kapan mau beli, kapan mau jual. Besaran minimal harga pembelian juga tidak mahal, kisaran 100 ribu sampai 1 juta, tergantung apa reksadana yang ingin kita beli. Misalnya kita ingin beli hari ini 500 ribu, lalu minggu depan beli lagi 200 ribu, lalu kita tidak beli lagi sampai 2 atau 3 bulan ke depan, terserah. Di bulan ke 8 tiba-tiba dapat uang kaget dari suami, lalu beli reksadana 5 juta. No problem, bu. Bebas.

Kapan kita bisa mencairkan reksadana? Kapan aja. Minggu depan? Bulan depan? 5 tahun lagi? Terserah.

Risiko reksadana akan dapat diminimalkan apabila kita berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang, lebih dari setahun.

Jadi jangan pernah menggunakan uang yang ingin kita pakai beberapa bulan lagi untuk membeli reksadana, jangan. Gunakanlah reksadana untuk tabungan masa depan. Saran saya, apabila uangnya tidak digunakan untuk jangka waktu 5 tahun, pilihlah reksadana saham, dan serahkan pengelolaan uang tersebut pada koki reksadana, fund manager.

Aduh, sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya tuliskan di sini mengenai reksadana, tetapi akan lebih baik apabila dituangkan di sesi yang lain.


Sebentar, biar kayak di koran, baiknya saya tambahin kredit ah.. hehe.

*penulis telah lulus sertifikasi Waperd (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana) dan memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam menjual reksadana.

 

3 Responses to “Cara Mudah Untuk Memahami Reksadana Melalui Nasi Goreng

  • Mantabh Om Dolly! Resep nasi goreng untuk reksadana. A great way to put it! Makasih udah kasih ide ya Om! ? ?

  • Oiya sekedar info nih, bekerja sebagai chef atau koki di kapal pesiar berpenghasilan tinggi lho.. Bahkan bisa sekaligus keliling dunia dan itupun dibayar dengan gaji yang besar..

Leave a Reply

%d bloggers like this: