Refleksi 15 tahun reformasi

“LIMA BELAS TAHUN LALU, KITA PERNAH BERJANJI BAHWA KITA AKAN LEBIH BAIK DARI SAAT ITU. TAPI TERNYATA SAAT INI KITA MASIH TETAP SEPERTI DULU”

 

Lima belas tahun yang lalu, tepatnya 20 Mei 1998, saya ada di alun-alun kidul kota Jogjakarta bersama satu juta rakyat yang berkumpul untuk menemui Sri Sultan Hamengkubuwono X. Satu juta rakyat itu datang dari empat penjuru kota Jogja. Mereka semua berjalan kaki, tumpah ruah di lapangan rumput alun-alun, dan memenuhi jalan-jalan sekitar keraton. Mulai dari depan pintu keraton, Malioboro, bahkan sampai Tugu.

Satu juta rakyat yang berkumpul, sebagian besar adalah mahasiswa dan pelajar, dan laki-laki perempuan, termasuk mereka yang sudah tua renta rela berjalan kaki dari Bantul sejak subuh hanya untuk memenuhi undangan Sri Sultan. Tidak merasa panas, tidak merasa lapar, tidak merasa haus. Karena sepanjang perjalanan kaki menuju keraton telah disiapkan makanan dan minuman oleh ibu-ibu rumah tangga. Seperti yang dititahkan oleh Sri Sultan sendiri beberapa hari sebelumnya,”Saya terima kalian di alun-alun kidul, pada hari Rabu Kliwon, tanggal 20 Mei 1998. Untuk itu saya harapkan dukungan dari masyarakat agar menyediakan makanan dan minuman di setiap jalan yang akan dilewati.”
Saat itu kita sepakat untuk berjalan kaki dari 11 titik keberangkatan. Termasuk mereka yang kuliah UII Kaliurang, 12km dari alun-alun.

Hasilnya? Saya dan sejuta teman-teman yang ada seperti merasakan sebuah keajaiban, dimana melihat sejuta orang berkumpul dengan penuh kedamaian, dan dengan satu suara: REFORMASI!!!

Rasanya tidak usah dijelaskan, kenapa saat itu kita membutuhkan reformasi. Semua sudah tahu. Dan saat itu semua sepakat bahwa reformasi harus dimulai dengan digantinya Presiden Soeharto.

Lima belas tahun yang lalu, kita sepakat untuk mengeluarkan maklumat:

MAKLUMAT SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X DAN KGPAA PAKU ALAM VIII

Kami SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X dan K.G.P.A.A. PAKU ALAM VIII atas dasar tradisi kejuangan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang murni serta dengan berpegangan pada Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan Maklumat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan K.G.P.A.A. PAKU ALAM VIII tanggal 5 September 1945, menyatakan bahwa:

1. Kami mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersama kami mendukung Gerakan Reformasi dan memperkuat kepemimpinan nasional yang sungguh-sungguh memihak rakyat.

2. Kami mengajak seluruh ABRI dalam persatuan yang kuat untuk melindungi rakyat dan Gerakan Reformasi sebagai wujud kemanunggalan ABRI dan Rakyat.

3. Kami mengajak semua lapisan dan golongan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh Indonesia untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan mencegah setiap tindakan anarkis yang melanggar moral Pancasila.

4. Kami menghimbau masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh Indonesia untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing untuk keselamatan Negara dan Bangsa.

Yogyakarta, Rabo Kliwon 20 Mei 1998
23 Sura 1931
KARATON NGAYOGYAKARTA
HADININGRAT KADIPATEN PAKU ALAMAN

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X K.G.P.A.A. PAKU ALAM VIII

—————————

Ya… lima belas tahun yang lalu kawan. Tapi saat ini ternyata kita tidak lebih baik dari saat kita memulai langkah perubahan, setelah Pak Harto mundur tanggal 21 Mei 1998.

Lima belas tahun telah lewat, dan sebelum kita mampu memenuhinya, ternyata kita telah lupa dengan janji kita sendiri.

Lima belas tahun, ada dimana kita saat itu? Dan ada dimana kita saat ini? Kita tidak kemana-mana kawan..

Dan kali ini, kita yang salah kawan, bukan cuma pemerintah, bukan cuma sang Presiden. Tapi kita semua yang salah.

Lima belas tahun, berkali-kali kita mengencingi tempat tidur kita, dan kita tidak pernah sadar bahwa kita tidur di tempat yang bau pesing. Tidak ada artinya setiap hari kita suruh pembantu mengganti sprei yang baru jika kita tetap kencing di tempat tidur, bahkan itu kita lakukan sebelum kita terlelap. Dan anehnya sebagian dari kita malah menyukai bau pesing itu.

Sudah lima belas tahun kawan??
Atau tepatnya, lima belas tahun lagi, kawan.

2 Responses to “Refleksi 15 tahun reformasi

  • Bro,
    Ada referensi videonya gak pisowanan ageng 20 mei 1998 ini? Saya juga hadir diacara tersebut, cari2 di youtube gak nemu, mhn info linknya kalo ada

    • sambilngopi
      3 years ago

      Mas, saya juga gak nemu link youtube nya. Dulu kamera video masih barang super langka bagi mahasiswa Jogja. Dokumentasinya sih pasti ada sama rekan2 wartawan, tapi gak diupload.

Leave a Reply

%d bloggers like this: