Kenapa Indonesia tidak butuh listrik tenaga nuklir?

Power plant

Gw menulis ini sebagai rangkuman dari kultwit Pak @Hotradero beberapa hari lalu.

Awalnya, dalam sebuah diskusi mengenai energi di gedung Dewan Pers, seorang anggota Dewan Energi Nasional menjelaskan bahwa Indonesia tidak layak membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Si bapak itu memberikan 5 alasan, yaitu:

  1. Aspek kajian tenaga nuklir masih belum dilakukan
  2. Permintaan tinggi akan pentingnya teknologi nuklir masih dirasa belum penting.
  3. Pembangunan PLTN harus mampu mengurangi emisi karbon yang saat ini sudah ada.
  4. Aspek keamanan membangun PLTN secara menyeluruh pun belum terpenuhi, sehingga harus ada koreksi yang tajam terkait pembangunan PLTN.
  5. Kepentingan yang mendesak terkait keberadaan teknologi nuklir juga belum ada.

Menurut kalian, apakah argumen tersebut kuat dan layak disetujui? Bagi mereka yang berpikir pesimis pasti akan setuju. Tapi tidak bagi orang yang berpikir optimis dan jauh ke depan. Ke 5 alasan tersebut sebenarnya bisa dirangkum menjadi 2 point saja, yaitu kajian ilmu pembangkit tenaga nuklir belum dilakukan, dan kebutuhan/permintaan yang belum mendesak.

Melalui twitnya, argumen tersebut dibantah oleh @hotradero. Dari sini gw memang sepakat dengan Pak Poltak Hotradero itu. Jadi “kenapa Indonesia tidak butuh listrik tenaga nuklir?” adalah pertanyaan sinis dari gw, karena Indonesia sudah saatnya untuk memiliki pembangkit tenaga nuklir.

Saat ini Indonesia bergantung pada batubara sebagai sumber tenaga. Sebagian besar pembangkit tenaga listrik yang ada di Indonesia menggunakan diesel. Ada beberapa yang tenaga uap, tenaga air, tetapi tidak sebanyak diesel yang memang secara teknologi lebih murah juga simpel. Menurut Pak Hotradero yang memang seorang peneliti, dengan tingkat konsumsi seperti sekarang, cadangan batubara Indonesia akan habis 20 tahun lagi.

Gaes, 20 tahun lagi itu suatu masa yang sebentar, lho. Gak percaya? Soeharto mundur tahun 1998, dan sekarang sudah tahun 2016. Gak terasa sudah 18 tahun, kan?

Berapa tahun waktu yang akan kita butuhkan untuk mempelajari tentang listrik tenaga nuklir? 10 tahun? 15 tahun? 20 tahun? Sudah terlambat. Pada saat kita kehabisan batu bara dan kita tidak mempunyai alternatif pengganti, maka di saat itulah kita akan hancur sehancurnya. Kalian yang sering main game Sims City pasti mengerti, kehabisan cadangan energi tapi tidak mempunyai dana yang cukup, akhirnya game over. Kalo main game sih gampang, tinggal close, lalu pencet “start a new game.” Tapi ini real life, tidak ada restart.

 

hotar

 

Ketakutan-ketakutan akan bahaya nuklir adalah ketakutan yang basi. Kapan terakhir reaktor nuklir bocor? Chernobyl? Itu beberapa puluh tahun yang lalu? Teknologi sudah berkembang semakin jauh. Bahkan Jepang pun yang negaranya sering gempa tetap berani membuat listrik tenaga nuklir. Yang seharusnya menjadi pukulan telak bagi kita adalah negara Vietnam yang belum terlalu lama merdeka malah sudah mulai mengembangkan tenaga nuklir sejak tahun 1995.

Masih ingat tahun 1995 kita ngapain? Masih sibuk demo minta Soeharto turun.

Pasti ada juga ketakutan mengenai bahaya radiasi nuklir. Sebenarnya radiasi itu ada disekitar kita tanpa disadari. Tahu gak kalian bahwa batu bara itu menimbulkan radiasi? Gak kan? Dan ternyata, bahkan buah pisang pun menimbulkan radiasi. Makanya gw bilang, ketakutan ketakutan kita akan nuklir adalah ketakutan yang basi. Ketakutan karena tidak mau belajar, ketakutan karena terlalu pesimis.

Di saat Vietnam masih hancur berantakan pada tahun 70an, kita sudah menikmati gedung-gedung tinggi. Dan di saat sekarang Vietnam memiliki tenaga nuklir, kita malah berdebat mengenai rok Agnes Monica yang ada tulisan hurup arabnya.

Jadi apabila si Bapak dari Dewan Energi Nasional itu mengatakan kajian teknologi nuklir belum dilakukan, justru harus mulai dilakukan. Jangan sampai sekarang kita mengolok pemerintah apabila mulai merencanakan tenaga nuklir, tapi kemudian kita memaki pemerintah saat batu bara sudah habis.

hto


Designed by Freepik

 

3 Responses to “Kenapa Indonesia tidak butuh listrik tenaga nuklir?

  • iya. bener. harusnya kita mulai dari 10 atau 20 tahun yang lalu sih.. heran deh kita ketinggalan mulu. ketinggalan jauuuuh dari negara-negara yang sebenernya ‘levelnya’ tadinya di bawah kita.

    • Gitulah Mbok, ga ada abis2nya kalo dibahas daftar “mbuh lah” nya. Eh kapan ada kumpul2 blogger, aku ikut dong

  • Selama matahari masih terang menyinari bumi Indonesia, sungai2 mengalir kencang, gunung2 masih menjulang, ombak laut saling berkejaran sy kira Indonesia tidak butuh PLTN…

Leave a Reply

%d bloggers like this: