Indonesia Tanah Air Beta, Sebuah Cinta yang Tidak Sia-sia

indonesia_tanah_air_beta

Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Selalu dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Tempat akhir menutup mata

Mendengar lantunan lagu itu, sanubari saya langsung tersentuh ke relung hati yang paling dalam dan paling luas, betapa saya cinta akan negeri ini. Sebuah negeri yang sangat penuh akan keindahan yang bukan hayalan.

Sejak kecil terutama saat masih di tingkat sekolah dasar, kita sering diceritakan melalui buku-buku dan narasi para guru mengenai betapa indahnya negeri kita. Walaupun tanpa bermaksud merendahkan, bisa saja para guru kita itu juga belum pernah mendatangi tempat-tempat yang ia ceritakan betapa indahnya. Sehingga cerita keindahan Indonesia terkadang hanya seperti dongeng tentang negeri indah di suatu tempat antah berantah.

DSC07811


Menikmati lanskap desa Jatiluwih di Bali. Indahnya Indonesia itu ternyata bukan dongeng.


Jatiluwih

Sering, sangat sering kita mendengar kalimat, “Cintai Indonesia, Cintai Produk Dalam Negeri, blablabla!” Terkadang kalimat itu terdengar heroik, di lain waktu terasa basi atau naif, atau bisa juga terasa sangat nasionalis. Nasionalisme bisa mengakar dalam diri tanpa basa-basi. Tetapi nasionalisme saja tidak cukup. Bagaimana kita bisa mencintai negeri sendiri dengan rasa syukur tanpa batas atas anugerah dan keindahan di setiap sudut embusan empat penjuru mata angin? Lihatlah ke luar untuk belajar, dan lihatlah ke dalam untuk bahagia yang terpendam.

Saya sering mendengar ucapan bahwa pantai-pantai di nusantara tidak sebagus pantai yang ada di luar negeri. Biarkan saja mereka yang berucap seperti itu. Tidak usah didebat. Mungkin mereka belum pernah menikmati batu-batuan raksasa yang seperti jatuh dari langit ke laut Belitung? Atau mungkin mereka belum menjejakkan kaki di pasir berwarna merah muda di Labuan Bajo? Dan mungkin mereka belum pernah berdiri di puncak bukit karang tempat kita mengagumi Raja Ampat?

nusa_lembongan

Nusa Lembongan


DSC04708-01

Belitung


Bermandikan birunya air laut di Nusa Lembongan, atau Belitung, atau Pulo Cinta di Gorontalo, atau megahnya mahkota pulau di Raja Ampat.  Indonesia lebih dari sekedar ini.


DCIM100MEDIADJI_0011.JPG

Pulo Cinta Gorontalo


raja-ampat-cruises

Raja Ampat. (foto dari cruising-raja-ampat.com)

Bagaimana? Apakah belum cukup tergugah hati kamu untuk menyinggahi tempat-tempat menakjubkan di atas? Indonesia tidak hanya tempat berwarna hijau dedaunan atau biru laut yang indah. Masih banyak warna-warna lain yang menyatukan Indonesia di dalam keindahan.

DSC06103-01

Silaek Lanyah, Padang Panjang


DSC06042-01

Kampung Kubu Gadang


Hidup akan menjemukan tanpa banyak warna, begitupun Indonesia akan tanpa makna bila kita tidak mengunjungi pelosok-pelosoknya


DCIM100GOPROGOPR0691.

Tari Kecak Uluwatu


DSC02253i

Batik Cirebonan

Letakkanlah pulpen kamu, matikan gadget kamu, pergilah ke pojok manapun di negeri ini, niscaya akan menemukan tempat yang indah. Saya tidak mengada-ngada. Kunjungilah pulau yang berbeda dari tempat kamu dilahirkan dibesarkan.

Saya percaya, begitu sekali saja kalian mengunjungi satu tempat indah di Indonesia yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya, sejak itu cinta kalian pada negeri ini akan meluap tanpa bisa ditahan.

DSC06641-01

Bukit Mandiangin, Kalimantan


DSC06793

“Masa depan Indonesia ada di tanganmu, Nak.”

Indonesia tanah air Beta. Selama puluhan tahun saya melakukan perjalanan untuk “mencari Indonesia”. Ternyata Indonesia tidak perlu dicari. Ia ada di sini, di senyum tulus para petani yang bekerja di sawah. Indonesia, mungkin tidak kita temukan di sinetron-sinetron di layar kaca. Tetapi Indonesia akan nyata kita temukan di warung-warung kopi di pulau Belitung yang indah, atau pada derap langkah anak-anak kecil yang melangkah pergi sekolah.



Beberapa cerita perjalanan saya untuk mengelilingi Indonesia yang masih jauh dari akhir

Indonesia di Kampung Kubu Gadang

Mari kita kemping di Bukit Batas

Jadi kapan kalian ke Flores?



 

4 Responses to “Indonesia Tanah Air Beta, Sebuah Cinta yang Tidak Sia-sia

Leave a Reply

%d bloggers like this: