Rumah itu kamu

Hati… cinta… kamu… rumah…

Hati adalah milikku satu-satunya yang tidak bisa berbohong, seperti apapun dan bagaimanapun keadaannya. Hati adalah dimana Tuhan berada, dimana kamu berdiam, dan dimana waktu seakan membeku agar kamu tetap disitu.

Hati adalah ketika aku melihatmu tidak dengan kedua mataku, dan hati adalah ketika aku diam-diam tersenyum saat mendengar suara kamu, berita tentang kamu.

Hati adalah yang terasa perih, saat kamu menangis, saat kamu merasa gak berarti. Dan hati adalah yang terluka saat kamu tidak menyadari apa itu tentang hati.

——————

Cinta adalah kamu

——————

Rumah adalah tempat dimana aku menempatkan hatiku. Dan aku tidak perlu meminta ijin siapapun untuk itu. Kamu? Dia? Tidak! Kamu, dia, siapapun, aku tidak membutuhkan ijin siapa-siapa untuk menempatkan hatiku. Rumah itu hati aku yang memilih. Bahkan aku sendiri tidak punya kemampuan untuk menolak saat hatiku telah memilih rumah yang ingin ditempatinya.

Rumah adalah tempat hati aku merasa nyaman, tentram, aman, terlindungi. Meskipun mungkin rumah itu tidak sempurna. Bagi siapa tidak sempurna? Bagi orang lain kan? Karena pada kenyataannya, cinta menyampingkan ketidaksempurnaan.

Rumah itu adalah kamu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: